Tampilkan postingan dengan label Kelas Jauh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas Jauh. Tampilkan semua postingan

Penjelasan dan Arti Pendidikan Tinggi Jarak Jauh - PTJJ

Diposting oleh Unknown on Jumat, 14 Oktober 2011

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah pembelajaran dengan menggunakan suatu media yang memungkinkan terjadi interaksi antara pengajar dan pembelajar. Dalam PJJ antara pengajar dan pembelajar tidak bertatap muka secara langsung, dengan kata lain melalui PJJ dimungkinkan antara pengajar dan pembelajar berbeda tempat bahkan bisa dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh. Dalam istilah Bahasa Inggris dikenal dengan distance education atau distance learning tiada lain bidang pendidikan yang berfokus pada metode pengajaran dan teknologi dengan tujuan memberikan pengajaran, sering secara individual, untuk siswa yang tidak secara fisik hadir dalam pengaturan pendidikan tradisional seperti ruang kelas. Sedangkan Pendidikan Tinggi Jarak Jauh atau PTJJ adalah Pendidikan Jarak Jauh yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. IStilah akademik yang digunakan pun sama dengan penyelenggaraan kelas yang reguler, misalnya untuk peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi tetap mendapat sebutan dosen, yang berbeda adalah kelasnya.


Sistem belajar ini terbukti efektif untuk meningkatkan daya jangkau dan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi semua warga negara Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil, baik di seluruh nusantara maupun di berbagai belahan dunia.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian cepat menuntut kita untuk terus meningkatkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang menunjang produktivitas. Namun, keterbatasan tempat dan waktu menjadi kendala utama bagi banyak orang dalam mengembangkan diri dan meningkatkan k Sejak diresmikan pada tahun 1984, UT mendapatkan mandat dari pemerintah untuk memberikan kesempatan yang sangat luas kepada semua warga negara Indonesia, baik yang baru lulus SLTA maupun yang sudah bekerja untuk mengikuti pendidikan tinggi tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, umur, dan tempat tinggal mereka. Sistem pembelajaran UT memungkinkan belajar yang fleksibel kepada mereka yang tidak memperoleh kesempatan mengikuti sistem pendidikan tinggi tatap muka.

Legalitas Kelas Jauh Perguruan Tinggi

Dasar hukum Pendidikan Tinggi Jarak Jauh diantaranya Pasal 89 Paragraf 5 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan yang berbunyi, pengelolaan pembelajaran pada perguruan tinggi dapat diselenggarakan melalui program studi diluar domisili perguruan tinggi.

Dengan adanya aturan tersebut menghilangkan dikotomi kelas jauh dan kampus.
Disamping itu erguruan tinggi juga dapat melakukan kerja sama akademik maupun non akademik antar perguruan tinggi, dengan dunia usaha atau dengan pihak lain baik dalam maupun luar negeri yang bertujuan meningkatkan efisiensi, efektivitas, produktifitas, kreativitas, inovasi, mutu, dan relevansi pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Hal ini sesuai dengan amanah dari pasal 90 aturan pemerintah tersebut.

Lantas bagaimana tentang akreditasi? Mengutip surat edaran Dirjen Dikti, Fasli Jalal Nomor : 2428/D/T/2008 Perihal Civil Effect (kekuatan hukum, red) ijazah lulusan perguruan tinggi, dalam surat edaran yang disampaikan Dirjen Dikti kepada para pimpinan PTN, PTS, dan Koordinator Kopertis I-XII menjelaskan bahwa berkenaan dengan berbagai pertanyaan tentang ijazah perguruan tinggi perlu diketahui, ijin penyelenggaraan suatu program studi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi merupakan akreditasi oleh pemerintah yang wajib dimiliki oleh setiap program studi, sedangkan penilaian oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) adalah akreditasi dari lembaga independen yang dipergunakan untuk menentukan peringkat tertentu.

Merujuk surat Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor : K26-30/V97-8/57 juga menjelaskan, ijazah lulusan perguruan tinggi negeri/swasta dinyatakan sah dan mempunyai civil effect bagi pembinaan karir pegawai negeri sipil, sepanjang mempunyai ijin penyelenggaraan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan proses pembelajaraannya sesuai ketentuan yang berlaku.

More aboutPenjelasan dan Arti Pendidikan Tinggi Jarak Jauh - PTJJ

Mendiknas Buka Konferensi Dunia Pendidikan Terbuka

Diposting oleh Unknown

Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh membuka konferensi dunia pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ) ke-24 di Nusa Dua, Badung, Bali. "Pendidikan jarak jauh dan terbuka adalah jawaban terhadap hambatan yang dimiliki banyak negara di dunia untuk memeratakan kesempatan memperoleh pendidikan, utamanya pendidikan tinggi," kata Mendiknas ketika membuka konferensi, Ahad (2/10).

Universitas Terbuka (UT) didukung oleh Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan konferensi ini sebagai salah satu agenda dari "International Council for Open and Distance Education" (ICDE) yang ditujukan sebagai forum berbagi pengalaman, gagasan dan strategi penting dalam pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh.

Ia mengatakan, angka partisipasi kasar perguruan tinggi di Indonesia sekitar 26 persen. Untuk itu Indonesia masih memerlukan banyak sumber daya dan kreativitas yang dapat membuat angka tersebut meningkat secara signifikan.

"Pendidikan dengan sistem terbuka dan jarak jauh merupakan salah satu kreativitas yang harus dieksplorasi dan dieksploitasi semaksimal mungkin kemampuannya sehingga dapat menarik sebanyak mungkin manfaat bagi pembangunan pendidikan," ucapnya.

Dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan dalam sistem pendidikan terbuka itu, kata dia, setidaknya dapat menghilangkan hambatan geografis dan sangat mungkin mengurangi hambatan ekonomis yang dihadapi masyarakat.

"Terlebih jika sistem dan materi pembelajaran eletronik dirancang bagus, ke depan akan dapat membalik cara belajar. Biasanya dari pengajaran di kelas diikuti dengan pendalaman di rumah, menjadi belajar di rumah diikuti dengan pendalaman di kelas," katanya.

Tahun ini, lanjut dia, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp1,5 triliun untuk pembiayaan Universitas Terbuka di Indonesia. Menelan biaya cukup besar karena digunakan untuk penyambungan konektivitas jaringan mengingat sistem pendidikan di UT berbasis internet.

"Melalui konferensi ini diharapkan dapat membangun jejaring pendidikan terbuka tidak hanya di Indonesia tetapi seluruh dunia sehingga dapat memberi kemaslahatan yang lebih dan mengoptimalkan proses belajar mengajar yang menggunakan pendekatan terbuka ini," ucapnya.

Konferensi dihadiri oleh 700 peserta yang berasal dari 50 negara. Hadir pula sebagai pembicara kunci dalam konferensi, berbagai tokoh pendidikan dari Amerika Serikat, Korea, Kanada, Inggris dan Universitas Harvard.

Konferensi berlangsung mulai tanggal 2-5 Oktober 2011. Serangkaian konferensi juga diselenggarakan pameran yang bertemakan budaya Tanah Air dan paket-paket informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan sistem PTJJ.

Di akhir kegiatan, direncanakan para peserta konferensi akan diajak mengunjungi beberapa daerah wisata di Pulau Dewata.
More aboutMendiknas Buka Konferensi Dunia Pendidikan Terbuka

Prioritas Pendidikan Jarak Jauh

Diposting oleh Unknown

Tenaga kerja Indonesia akan mendapatkan prioritas pendidikan jarak jauh untuk meningkatkan kemampuan intelektual mereka. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerja sama dengan Universitas Terbuka melayani TKI yang ingin berkuliah dari negara penempatan.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dengan Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ir Tian Belawati MEd Phd di Gedung Kemennakertrans, Jakarta, Senin (8/2). Kedua pihak tengah menyiapkan nota kesepahaman (MOU) kerja sama pelayanan pendidikan TKI.

Sedikitnya 6 juta TKI bekerja di luar negeri. Hampir 80 persen di antaranya lulusan SMP.

”Bagi TKI yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi bisa mengikuti kuliah jarak jauh setelah kerja sama Kementerian dan UT ditandatangani. Dengan mengenyam pendidikan tinggi, kita berharap TKI bisa lebih mandiri dan mengerti akan hak-hak mereka jika dilanggar,” kata Muhaimin.

Tian menambahkan, TKI adalah aset dan duta bangsa yang harus dilindungi dan diberikan bekal yang cukup, terutama pengetahuan. Dalam waktu dekat, UT akan meresmikan salah satu kelas TKI di Hongkong.

Namun, Ketua Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) Sringatin di Hongkong meminta pemerintah lebih memprioritaskan ratifikasi konvensi perlindungan buruh migran. Saat ini TKI lebih membutuhkan perlindungan karena mayoritas lulusan sekolah dasar dan SMP.

”Apalagi banyak lembaga pendidikan di Hongkong yang menipu TKI sekarang,” kata Sringatin.
More aboutPrioritas Pendidikan Jarak Jauh

Pendidikan Jarak Jauh Bisa Jadi Solusi

Diposting oleh Unknown

Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh bisa menjadi jawaban untuk membuka hambatan banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, untuk memeratakan akses pendidikan, terutama pendidikan tinggi.

Sistem itu unggul dalam memperluas akses pendidikan dan memberi pilihan pembelajaran sesuai keinginan dan kebutuhan peserta didik. ”Universitas Terbuka (UT) bukan alternatif terakhir, tetapi jadi pilihan masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan peserta. UT terjangkau dan bisa menjangkau peserta di mana pun dan dalam kondisi apa pun,” kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, seusai membuka Konferensi Dunia Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ) ke-24 International Council for Open and Distance Education (ICDE) di Nusa Dua, Bali, Minggu (2/10). Kegiatan berakhir 5 Oktober 2011.

Oleh karena kondisi masyarakat Indonesia yang beragam, pemerintah akan menambah pilihan alternatif pembelajaran jarak jauh sebanyak mungkin. Untuk mengoptimalkannya, diperlukan metode pembelajaran online kolaboratif.

Peserta didik tidak hanya mengakses materi ajar di portal tertentu, tetapi juga saling berbagi informasi dan pengalaman sehingga terjadi interaksi antarpeserta didik. Apabila itu terjadi, Nuh berharap pendidikan jarak jauh tumbuh cepat dan pengetahuan mengalir ke semua lapisan masyarakat.

Soal infrastruktur

Saat ini, UT belum menjangkau daerah-daerah terpencil karena keterbatasan infrastruktur informasi dan teknologi. Rektor UT Tian Belawati mengakui, mahasiswa yang memanfaatkan pembelajaran online umumnya tinggal di kota. Dari sekitar 600.000 mahasiswa UT, hanya 30.000 hingga 40.000 mahasiswa yang menggunakan pembelajaran online. ”Mahasiswanya memang terkonsentrasi di kota besar,” ujarnya.

Alokasi anggaran untuk UT relatif minim. Sebagian besar dana untuk membiayai konektivitas pembelajaran online yang berbasis informasi dan teknologi. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan Rp 1,5 triliun untuk operasional UT.

Meskipun anggaran pemerintah terbatas, bagi Tian, yang penting pemerintah menyadari potensi pendidikan terbuka dan jarak jauh yang bisa membuka akses pendidikan lebih luas.
More aboutPendidikan Jarak Jauh Bisa Jadi Solusi

Apakah Anda Ragu Dengan Pendidikan Jarak Jauh?

Diposting oleh Unknown

Pendidikan jarak jauh bagi para guru sama kualitasnya dengan pendidikan tatap muka. Guru tak perlu takut dibedakan dan menganggap pendidikan jarak jauh adalah pendidikan kelas dua.

Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidkan (STKIP) Kebangkitan Bangsa atau Sampoerna School of Education (SSE), Paulina Pannen, Kamis (12/8/2010), di Jakarta, mengungkapkan, bahwa pemerintah membuka pendidikan jarak jauh yang hanya bisa dijalankan LPTK yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk mempercepat kualifikasi pendidikan guru. Selama ini, pendidikan jarak jauh lebih difokuskan untuk guru-guru di daerah terpencil.

“Menurut saya sangat efektif, terbukti banyak guru-guru di daerah yang memenangkan penghargaan sebagai guru teladan," ujar Paulina.

Selama 4 tahun pemerintah sudah merintis pendidikan guru SD dalam guru jabatan untuk pendidikan jarak jauh. Guru tidak perlu takut dibedakan dan menganggap pendidikan jarak jauh adalah pendidikan kelas dua.

"Yang terpenting dari pendidikan jarak jauh adalah bagaimana memelihara kualitas pembelajarannya. Caranya dengan mengikuti aturan akademik dan memperoleh persetujuan dari LPTK yang membina di wilayah masing-masing," kata Paulina.

Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, Kamis (12/8/2010), sekitar 1,5 juta guru taman kanak-kana (TK) hingga SMA harus memiliki kualifikasi pendidikan diploma empat (D-4) atau sarjana pada 2015 nanti. Namun nyatanya, guru yang memenuhi syarat kualifikasi pendidikan D-4/S-1 itu, seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, baru berkisar 1,1 juta atau 41 persen.

Para guru dalam jabatan itu dapat meraih gelar D-4/S-1 dengan cara mengikuti pendidikan reguler di lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) di negeri atau swasta yang jumlahnya sekitar 268 institusi. Selain itu, pemerintah membuka pendidikan jarak jauh yang hanya bisa dijalankan LPTK yang ditetapkan pemerintah.

Kebijakan lain yang dikembangkan adalah pengakuan pengalaman kerja dan hasil belajar guru. Pengalaman kerja dan pelatihan guru nantinya bisa dipakai untuk mengurangi beban satuan kredit semester (SKS) guru yang kuliah di jenjang D-4/S-1. Untuk menjaga mutu pengakuan pada pengalaman kerja dan pendidikan, hanya bisa dilakukan oleh 81 LPTK yang ditetapkan Menteri Pendidikan Nasional.
More aboutApakah Anda Ragu Dengan Pendidikan Jarak Jauh?

Dibuka Kelas Jauh Perguruan Tinggi di Kawali Ciamis

Diposting oleh Unknown

Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh bisa menjadi solusi untuk membuka hambatan banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, untuk memeratakan akses pendidikan, terutama pendidikan tinggi.

Sistem itu unggul dalam memperluas akses pendidikan dan memberi pilihan pembelajaran sesuai keinginan dan kebutuhan peserta didik. Universitas Terbuka (UT) bukan alternatif terakhir, tetapi jadi pilihan masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan peserta.

Pendidikan jarak jauh bagi para guru sama kualitasnya dengan pendidikan tatap muka. Guru tak perlu takut dibedakan dan menganggap pendidikan jarak jauh adalah pendidikan kelas dua.

Yang terpenting dari pendidikan jarak jauh adalah bagaimana memelihara kualitas pembelajarannya. Caranya dengan mengikuti aturan akademik dan memperoleh persetujuan dari LPTK yang membina di wilayah masing-masing.

Dengan dasar pemikiran semacam itu, kami bersemangat untuk membuka kelas jauh dari perguruan tinggi yang berkualitas dengan akreditasi A atau B untuk jurusan-jurusan yang ditawarkan. Adalah Ibu Dra. Ena FD, yang berusaha untuk mengelola kelas jauh dari 3 (tiga) perguruan tinggi cukup ternama dari Jakarta di bawah Yayasan Aksara Buana yang berlokasi di Ciangsana Bogor Jawa Barat. Berikut adalah informasi atau undangan untuk mengikuti sosialisasi Perguruan tinggi itu dalam waktu dekat ini di wilayah Kawali Ciamis Jawa Barat.



Informasi Program Perguruan Tinggi yang Membuka Kelas di Kawali Ciamis


Pengelola : Yayasan Aksara Buana

Alamat : Jalan raya Ciangsana Gunung Putri Bogor


Program yang dibuka di Kawali Ciamis dan sekitarnya

Program studi S1 Manajemen (Akreditasi B),
Program Studi S1 Administrasi Negara (Akreditasi B),
Program studi S2 Administrasi Publik (Akreditasi B),
Program studi S2 Administrasi Pendidikan (Akreditasi B),
Program STKIP akan disesuaikan dengan permintaan calon mahasiswa (fleksibel).

"Pendidikan jarak jauh dan terbuka adalah jawaban terhadap hambatan yang dimiliki banyak negara di dunia untuk memeratakan kesempatan memperoleh pendidikan, utamanya pendidikan tinggi," kata Mendiknas ketika membuka konferensi dunia pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ) ke-24 di Nusa Dua, Badung, Bali, Ahad (2/10).

Untuk Informasi Pendaftaran Silakan Hubungi :

1. Ibu Dra. Ena FD,(Telp. 0265791642 / Hp. 087824666968 / 082128552413)
2. Bapak Drs. Asep Dewan, S.H. (Hp. 085221145678)

More aboutDibuka Kelas Jauh Perguruan Tinggi di Kawali Ciamis