Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan

Jadwal Perempat Final Liga Champions 2013

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 16 Maret 2013

Setelah melewati hasil drawing perempat final liga champions 2013 menghasilkan jadwal pertandingan klub-klub yang berhasil lolos ke putaran ini. Pada perempat final ini semua pertandingan dijadwalkan akan bertanding pada bulan april mendatang. Ada yang istimewa dan juga menyedihkan pada liga champions musim ini, istimewa karena klub dari spanyol Malaga berhasil lolos hingga putaran ini padahal klub ini pendatang baru di ajang champions eropa sedangkan yang menyedihkan 4 klub dari wakil Inggris tidak ada yang masuk ke fase ini.

jadwal perempat final liga champions 2013

Ada dua pertandingan besar yang beradu antara Barcelona VS PSG dan Munchen VS Juventus namun disayangkan pertandingan bentrok dengan jadwal. Berikut jadwal perempat final selengkapnya untuk anda pecinta bola.

Leg 1, 3 April 2013, pukul 01.45 WIB
PSG vs Barcelona
Bayern Munchen vs Juventus
Leg 1, 4 April 2013, pukul 01.45 WIB
Malaga vs Borussia Dortmund
Real Madrid vs Galatasaray
Leg 2, 10 April 2013, pukul 01.45 WIB
Borussia Dortmund vs Malaga
Galatasaray vs Real Madrid
Leg 2, 11 April 2013, pukul 01.45 WIB
Barcelona vs PSG
Juventus vs Bayern Munchen

Berharaplah klub kesayangan anda dapat memenangkan pertandingan dan melaju ke putaran berikutnya dan sampai disini dulu pemberitaan dari kami semoga bermanfaat bagi anda salam sepak bola.
More aboutJadwal Perempat Final Liga Champions 2013

7 Bintang Muda Paling Bersinar di Serie A Musim Ini

Diposting oleh Unknown on Selasa, 04 Desember 2012


Stephan El Shaarawy (http://berbol.com)
VIVAbola - Kebijakan sejumlah klub Italia yang melepas para pemain bintang bergaji mahal demi menyeimbangkan neraca keuangan klub, sedikit banyak menguntungkan para pemain muda. Mereka kini mendapat kesempatan berlaga di kerasnya kompetisi paling bergengsi Serie A.
Tidak sedikit dari mereka yang mampu langsung tampil bersinar bersama klubnya masing-masing. Mereka memiliki peran kunci bagi klubnya dalam menjalani persaingan sengit di Serie A. Mereka pun diproyeksikan bakal menjadi bintang masa depan. Berikut 7 bintang belia paling bersinar di Serie A musim ini:
Goran Pandev, Lorenzo Insigne, dan Marek Hamsik.
Lorenzo Insigne
Pemain Napoli berusia 21 tahun ini menjadi salah satu bintang muda yang bersinar musim ini. Dia sudah membukukan 3 gol dari 15 laga Serie A yang dilakoninya bersama I Partenopei.

Juan Jesus
Pemain berusia 21 tahun ini menjadi salah satu andalan Internazionale Milano. Bek asal Brasil ini tampil di 12 laga dari 15 laga Serie A yang dijalani Inter. Dia pun sekali didapuk menjadi pemain terbaik (man of the match) dalam satu laga yang dijalaninya bersama Nerazzurri.
Pemain Juventus, Paul Pogba.
Paul Pogba
Juventus mendatangkan Paul Pogba awal musim ini dari Manchester United. Tidak butuh lama bagi gelandang berusia 19 tahun ini beradaptasi dengan kerasnya persaingan di Serie A. Pemain asal Prancis ini sudah membukukan 2 gol untuk Juventus sejauh ini.

Stefan Savic
Pemain asal Montenegro ini menjadi salah satu pilar sukses Fiorentina berada di papan klasemen sementara Serie A musim ini. Pemain 21 tahun itu tampil di 11 laga Serie A musim ini dan dua di antaranya dia dinobatkan sebagai pemain terbaik (man of the match).
Penyerang Fiorentina, Stevan Jovetic
Stevan Jovetic
Bintang muda Fiorentina yang bersinar lainnya adalah Stevan Jovetic. Pemain 23 tahun asal Montenegro ini sudah mencetak 6 gol dari 11 laga yang dijalani bersama Fiorentina.

Erik Lamela

Pemain asal Argentina ini sudah membukukan 8 gol dari 12 laga yang dijalaninya bersama AS Roma musim ini. Bersama Pablo Osvaldo, dia menjadi kunci sukses Giallorossi bersaing di kancah Serie A.

Stephan El Shaarawy
Stephan El Shaarawy
Dari sekian bintang muda yang ada, Stephan El Shaarawy tidak diragukan menjadi pemain muda yang paling bersinar musim ini. Pemain Italia keturunan Mesir ini menjadi top skor sementara Serie A dengan 12 gol yang sudah dilesakkan dari 15 laga bersama AC Milan.

Pemain 20 tahun itu juga mengantongi 2 assist dan tercatat menjadi pemain terbaik (man of the match) di lima laga Serie A musim ini. El Shaarawy menjadi aktor kunci Milan tampil kompetitif di Serie A usai ditinggal sejumlah pemain bintang. (one)

http://bola.viva.co.id/news/read/372343-7-bintang-muda-paling-bersinar-di-serie-a-musim-ini
More about7 Bintang Muda Paling Bersinar di Serie A Musim Ini

Wow, Wasit Beri Kartu Merah kepada 36 Pemain

Diposting oleh Unknown on Jumat, 26 Oktober 2012



Berapa kartu merah terbanyak yang pernah Anda saksikan dalam satu pertandingan? Rekor di Liga Junior Paraguay ini barangkali sulit dipecahkan. Dalam pertandingan Ahad lalu, wasit Nestor Guillen mengeluarkan kartu merah untuk 36 pemain, termasuk pemain inti dan pemain cadangan dari kedua tim.

Ceritanya, saat pertandingan tersisa lima menit, terjadi perkelahian di antara dua pemain. Nestor memberikan kartu merah untuk keduanya. Bukannya ke luar lapangan, keduanya malah meneruskan baku hantam. Dalam hitungan detik, kekacauan terjadi. Semua pemain dan ofisial pun masuk lapangan.

"Semua pemain di lapangan dan bangku cadangan masuk lapangan. Mereka berusaha saling melerai dan menenangkan," kata Hernan Martinez, presiden klub tuan rumah, Teniente Farina.

Bukannya menghentikan aksi saling pukul, wasit justru melarikan diri. "Mereka langsung masuk ruang ganti dan mengunci pintu. Mereka tidak melihat apa yang terjadi. Namun mereka memberi kartu merah buat ke-36 pemain," kata Martinez.

Presiden klub tamu, Sixto Nunez, mengaku kecewa dengan tindakan wasit yang bukannya menjadi penyelesai masalah. Kini semua pemain tengah menunggu sanksi dari otoritas liga junior Paraguay.



http://unik247.blogspot.com/2012/10/wasit-beri-kartu-merah-kepada-36-pemain.html
More aboutWow, Wasit Beri Kartu Merah kepada 36 Pemain

Fakta Menarik Jelang Laga Manchester United vs Tottenham

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 29 September 2012




Manajer anyar Tottenham Hotspur, Andre Villas-Boas, menghadapi tantangan sulit pada pekan keenam Premier League. Pasalnya, Spurs kudu melakoni partai big-match kontra Manchester United di Old Trafford, Sabtu (29/9).

Berikut fakta menarik jelang laga Manchester United kontra Tottenham:
*Kemenangan terakhir Tottenham atas Manchester United terjadi pada Mei 2011. Dalam laga yang digelar di kandang sendiri, White Hart Lane, Spurs menang 3-1.
*1989, menjadi tahun terakhir Tottenham meraih kemenangan di Old Trafford. Sejak itu, Spurs memetik empat kali hasil seri, dan 18 kekalahan dari 22 laga terakhir yang digelar di kandang Setan Merah.
*Selama berkiprah di Premier League, Ryan Giggs mencetak total 10 gol ke gawang Tottenham. Jumlah gol ini adalah yang terbanyak yang pernah dilesakkan gelandang asal Wales ini dibanding ke tim lawan lainnya.
*Setan Merah selalu mendapat hadiah tendangan penalti dari tiga laga terakhirnya di Premier League. Klub terakhir yang pernah mendapat keuntungan empat kali berturut-turut adalah Arsenal pada 2007.
*88 persen gol yang dicetak Spurs sepanjang musim ini terjadi di babak kedua. Persentase ini adalah yang tertinggi dibanding klub Premier League lainnya.
*Total 31 tendangan yang dilepaskan Jermain Defoe menjadi yang terbanyak diantara pemain-pemain Premier League. Tak hanya itu, total sembilan sepakan tepat sasaran yang dilepaskan penyerang Spurs ini pun menjadi yang tertinggi hingga laga pekan kelima.

http://www.bolanews.com/liga/premier-league/read/16544-Fakta-Menarik-Jelang-Laga-Man.-United-vs-Tottenham
More aboutFakta Menarik Jelang Laga Manchester United vs Tottenham

Fakta Menarik Jelang Laga Arsenal vs Chelsea

Diposting oleh Unknown


 Laga Arsenal kontra Chelsea yang digelar di Emirates Stadium, Sabtu (29/9), bakal mempertaruhkan gengsi terkait siap penguasa kota London sesungguhnya.
Arsenal diuntungkan lantaran berstatus sebagai tuan rumah. Ditambah lagi, The Blues kerap kerepotan bila harus bertandang ke Emirates Stadium. Maklum, kemenangan terakhir Chelsea di kandang Arsenal terjadi pada November 2009.
Berikut fakta menarik jelang laga antara kedua tim asal London ini:
*Semenjak berganti nama menjadi Premier League pada 1992, kedua tim telah bentrok sebanyak 40 kali di liga domestik, dengan total 108 gol tercipta.
*Arsenal menang 36 kali dari 75 laga kandang kontra Chelsea. Sedangkan The Blues berhasil mencuri 19 kemenangan away.
*Sehari setelah laga ini digelar, tepatnya pada 30 September 2012, menjadi tahun ke-16 Arsene Wenger menukangi Arsenal.
*Bila mampu membawa Arsenal meraih tiga poin atas Chelsea, maka Arsene Wenger bakal menorehkan rekor 350 kemenangan bersama The Gunners di Premier League.
*Laga melawan Chelsea bakal menjadi penampilan ke-250 Mikel Arteta selama berpetualang di ranah Inggris.
*Hingga pekan kelima, Queens Park Rangers menjadi satu-satunya tim Premier League yang mampu mencuri poin dari Chelsea. Kala itu, kedua tim bermain imbang 0-0.
*Skuad asuhan Roberto Di Matteo tak pernah kebobolan dalam 331 menit terakhir di Premier League. Punggawa Reading, Danny Guthrie, menjadi pemain terakhir yang mampu menjebol gawang The Blues.
*Bila diturunkan sejak menit pertama, maka Branislav Ivanovic bakal mencatat penampilan ke-100 sebagai starter di kompetisi Premier League.

http://www.bolanews.com/liga/premier-league/read/16549-Fakta-Menarik-Jelang-Laga-Arsenal-vs-Chelsea
More aboutFakta Menarik Jelang Laga Arsenal vs Chelsea

Ribetnya Format Pertandingan EURO 2016

Diposting oleh Unknown on Kamis, 13 September 2012

 
Bakal memainkan 51 laga hingga final, benarkah akan mengurangi kualitas dan "drama"?

Piala Eropa 2012 sudah usai, dan La Furia Roja dinobatkan sebagai juara setelah mengalahkan Gli Azzuri dengan skor telak 4-0. Dan skor itu menjadi sejarah skor final terbanyak dan melewati final Jerman vs Bulgaria. Sehingga sudah tiba waktunya kita membahas Piala Eropa 2016 yang akan berlangsung di Perancis

Format yang melibatkan 24 tim sebagai kontestan putaran final Piala Eropa (Euro) mulai 2016 di Prancis, sebagaimana diketahui, sudah merupakan sebuah keputusan yang diambil otoritas sepak bola Eropa (UEFA), sejak akhir 2008 lalu.

Namun sebagai sebuah keputusan mengenai hal baru, tentu saja rencana penggunaan format itu mengundang kontroversi, kritik, bahkan penentangan. Salah satunya adalah terkait potensi mengurangi kualitas perhelatan putaran final Euro, karena akan ada tambahan sekitar 8 tim (dari yang sekarang berformat 16) yang dinilai kebanyakan berisi "tim-tim medioker" (middle-ranks).

Benarkah demikian? UEFA sendiri secara gigih senantiasa mempertahankan keputusan itu, yang sebenarnya didorong oleh proposal khusus dari Skotlandia dan Irlandia (saat itu), sebagai dua di antara negara yang jarang lolos ke putaran final Euro. Salah satu pembelaaan terbaru adalah sebagaimana dikatakan oleh Direktur Kompetisi Piala Eropa UEFA, Martin Kallen.

Keraguan lain akan format baru (24 tim) ini adalah soal kian "ribetnya" perhitungan dari kualifikasi, lalu penyisihan grup di putaran final, hingga ke babak 16 besar (knock-out) nantinya. Lalu, bagaimana rencana format yang akan diterapkan itu sebenarnya?

UEFA sendiri belum mengeluarkan update resmi soal pengaturan format putaran final (Euro 2016) dengan 24 tim itu. Namun, jika mengacu pada rangkuman keputusan dipakainya format 24 tim finalis di Euro 2016, usai pertemuan UEFA pada 2008 lalu, agaknya yang akan dipakai adalah standar sebagaimana yang (dulu) ada di Piala Dunia (PD) 1986 hingga 1994.

Dalam format itu, sebanyak 24 tim akan dibagi ke dalam 6 (enam) grup berisikan masing-masing 4 tim. Juara dan runner-up tiap grup lantas akan dipastikan lolos ke babak 16 besar (perdelapan final). Untuk melengkapinya, akan ada 4 (empat) tim peringkat tiga terbaik (di antara seluruh grup) yang juga lolos ke 16 besar. Penentuan (terbaik)-nya adalah sesuai aturan terakhir UEFA sebagaimana di kualifikasi.

Alur selanjutnya pun lantas berjalan lebih sederhana. Dari 16 besar, akan berlanjut ke babak 8 besar (perempat final), lalu 4 besar alias semifinal, sebelum kemudian sampai di laga final. Dengan format seperti ini, total jumlah pertandingan putaran final Euro sejak dari laga pembuka atau penyisihan grup pertama hingga final, akan berjumlah 51 laga (dibanding sekarang yang berjumlah 31).

Bagaimana dengan kualifikasi? UEFA yang saat ini beranggotakan 53 negara, dalam rangkuman keputusan ketika itu menyebut bahwa tak ada yang berubah. "Format fase kualifikasi tradisional dengan grup yang berisikan antara 5-6 tim, akan tetap dipakai," ungkap mereka, tanpa menyebut secara spesifik jumlah grup dan ketentuan lolosnya.

Potensi berkurangnya kualitas dengan adanya perubahan format ini, mungkin masih diragukan, dan bisa saja terus dibantah oleh UEFA. Tapi, soal bakal berkurangnya drama di putaran final, justru diakui sendiri oleh Presiden UEFA, Michel Platini, beberapa hari lalu.

"Akan berkurang (laga) dramatisnya di (penyisihan) grup. Tapi, kan masih ada putaran knock-out 16 besar," ujarnya pula, sambil tetap membela keputusan mereka, yang diperkirakan bisa menghabiskan 29 sampai 31 hari (tergantung jadwal) pelaksanaan putaran final Euro, kelak mulai tahun 2016 itu.

http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15107857
More aboutRibetnya Format Pertandingan EURO 2016

Hasil Undian Grup Liga Champions 2012/2013

Diposting oleh Unknown on Kamis, 30 Agustus 2012


Headline

Monako - Hasil undian Grup Liga Champions musim 2012/2013 telah selesai bergulir. Juara bertahan Chelsea bertemu lawan kuat Juventus di Grup E. Berikut hasil undian lengkapnya.
Bertempat di Monako, Kamis (30/8/2012) waktu setempat, juara bertahan Chelsea tergabung di Grup E bersama juara Seri A Juventus, Shakhtar Donetsk, dan wakil Denmark Nordsjaelland.
Sementara itu, juara Liga Primer Inggris Manchester City tergabung di Grup D yang notabene merupakan Grup Neraka. Pasukan beutan pelatih Roberto Mancini itu berada satu grup bersama Real Madrid, Ajax Amsterdam, dan Borussia Dortmund.
Tim raksasa Spanyol Barcelona tampaknya tidak akan kesulitan untuk melangkah ke babak 16 besar. Tergabung di Grup G, Blaugrana hanya bertemu lawan-lawan semisal Benfica, Spartak Moscow, dan Glasgow Celtic.
Dua posisi teratas dari setiap Grup bakal melangkah ke babak 16 besar yang belangsung sejak 12 Ferbruari hingga 13 Maret 2013. Partai perempatfinal bakal berlangsung pada 23 April hingga 1 Mei 2013.
Adapun, laga pamungkas Liga Champions musim 2012/2013 bakal digelar di Stadion Wembley, London, pada 25 Mei 2013.
Inilah Hasil Undian Grup liga Champions Musim 2012/2013:
GRUP A: PortoDynamo Kyiv(UKR) PSG(FRA) Dinamo Zagreb(CRO)
GRUP B: Arsenal(ENG)Schalke(GER)Olympiacos(GRE)Montpellier(FRA)
GRUP C: Milan(ITA)Zenit(RUS)Anderlecht(BEL)Mlaga(ESP)
GRUP D: Real Madrid(ESP)Man. City(ENG)Ajax(NED)Dortmund(GER)
GRUP E: Chelsea(ENG)Shakhtar Donetsk(UKR)Juventus(ITA)Nordsjlland(DEN)
GRUP F: Bayern(GER)Valencia(ESP) LOSC(FRA) BATE(BLR)
GRUP G: Barcelona(ESP)Benfica(POR)Spartak Moskva(RUS)Celtic(SCO)
GRUP H: Man. United(ENG)Braga(POR)Galatasaray(TUR)CFR Cluj(ROU)

http://bola.inilah.com/read/detail/1899509/inilah-hasil-undian-grup-liga-champions-20122013
More aboutHasil Undian Grup Liga Champions 2012/2013

10 Klub Sepak Bola Dengan Gaji Pemain Terbesar

Diposting oleh Unknown on Kamis, 26 Juli 2012



Vista-Barcelona memang bukan klub dengan pendapatan paling besar. Tapi untuk membayar gaji pemain, Klub Catalan ini justru paling royal. Setiap minggu, rata-rata pemain di klub peserta La Liga itu mendapat honor 101.160 Poundsterling atau sekitar Rp 1,5 miliar. Kalau setahun totalnya sebesar 5,3 juta Poundsterling (Rp 78 miliar).


Data itu terungkap dari studi bertajuk "Salary Survey 2012" yang dilakukan oleh Sport Intelligence. Barcelona ditempatkan di urutan pertama klub sepak bola - bahkan dari seluruh klub olah raga di dunia - yang mengeluarkan anggaran gaji terbesar. Padahal tahun ini, majalah Forbes mencatat Barca dengan pendapatan tahun lalu sebesar US$ 1,31 miliar, ada di urutan delapan peringkat klub berpendapatan terbesar tahun ini.


Dari seluruh pemain Barcelona, Lionel Messi menjadi pemain dengan pendapatan paling tinggi. Dalam setahun, Barca harus membayar penyerang dengan tiga kali rekor pemain terbaik dunia itu sebesar US$ 13 juta atau sekitar Rp 117 miliar. Sedangkan rata-rata pemain Barcelona dibayar 5,3 juta Poundsterling atau sekitar Rp 78 miliar per tahun.


Tahun ini Messi juga tercatat sebagai pemain dengan pendapatan paling banyak. Jika honor dari klub ditambah pendapatan lain yang sifatnya personal seperti iklan di luar klub, Daily Mail mencatat, pendapatan total pemain asal Argentina itu mencapai US$ 27,4 juta.


Klub kedua yang membayar gaji paling besar adalah Real Madrid. Juara La Liga musim kompetisi 2011/2012 ini menghabiskan anggaran gaji pemain sebesar 4,7 juta Poundsterling atau setara Rp 69,3 miliar per pemain setahun. Cristiano Ronaldo tercatat sebagai pemain paling kaya di Los Blancos, dengan nilai aset US$ 160 juta atau sekitar Rp 1,44 triliun.


Manchester City, juara Liga Premier Inggris, ada di urutan ketiga dengan pengeluaran gaji setahun 4,7 Poundsterling juta atau Rp 65,7 miliar per pemain. Jumlah tersebut setelah mengalami kenaikan 26 persen dibandingkan periode sebelumnya.


Urutan keempat Chelsea, juara Liga Champions tahun ini. Untuk gaji, klub asal Inggris itu menggelontorkan 4,1 juta Poundsterling atau Rp 60,3 miliar untuk setiap pemain per tahun.


Sedangkan kelima, diisi oleh AC Milan, juara Seri A Italia. Setiap pemain di klub ini dapat gaji 3,7 juta Poundsterling atau Rp 54,2 miliar per tahun.


Bayern Muenchen, klub asal Jerman yang dikalahkan Chelsea pada final Liga Champions, ada di urutan enam. Rata-rata biaya gaji setiap pemainnya mencapai 3,6 juta Poundsterling atau Rp 52,4 miliar.


Sementara Internazionale Milan berada di urutan tujuh klub sepak bola yang mengeluarkan ongkos gaji pemain paling besar. Setiap tahun, per main dapat honor rata-rata 3,5 juta Poundsterling atau Rp 50,6 miliar.


Manchester United yang oleh Forbes dicatat sebagai klub sepak bola dengan penghasilan terbesar, hanya berada di urutan delapan kalau soal bayar gaji pemain. Setiap pemain di klub tersebut dibayar 3,4 juta Poundsterling atau Rp 49 miliar.


Sedangkan Arsenal, klub yang sedang berusaha keras mempertahankan penyerangnya, Robin van Persie dari incaran klub lain, mengeluarkan anggaran gaji setiap pemain, rata-rata 3,2 juta Poundsterling atau Rp 46,9 miliar per tahun. Klub ini ada di urutan sembilan versi studi Sport Inteligence.


Liverpool ada di urutan buncit dalam deretan 10 klub sepak bola dengan anggaran gaji terbesar sejagad. Tak terpaut jauh dengan Arsenal, yaitu 3,19 juta Poundsterling atau Rp 46,4 miliar untuk setiap pemain per tahun.

http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15642672
More about10 Klub Sepak Bola Dengan Gaji Pemain Terbesar

7 Fakta Menarik Tentang Liga Inggris ( EPL )

Diposting oleh Unknown on Rabu, 11 Juli 2012



Liga Inggris kasta teratas, Premier League, atau juga disebut Premiership, berada dalam formatnya seperti saat ini sejak 1992. Jika seluruh data pertandingan dan klasemen sejak tahun 1992 dikumpulkan jadi satu dan dijadikan statistik, siapakah tim yang paling pintar?

Tergantung, apa ukurannya? Gol terbanyak? Kemenangan tersering? Juara paling sering? Tidak pernah kalah terpanjang? Poin rata-rata tertinggi tiap musim? Keikutsertaan paling sering sejak 1992. Apa?

Inilah data sejak 1992/93 sampai dengan musim berakhirnya 2011/12:



1.Kemenangan tersering: Manchester United (MU) 500 kali, disusul Arsenal 415, Chelsea 401, dan Liverpool 380.


2.Juara liga paling sering: MU 12, Arsenal 3, Chelsea 3, Blackburn Rovers 1, Manchester City 1.


3.Poin tertinggi sampai hari ini, sama seperti kemenangan tersering di atas: MU, Arsenal, Chelsea, Liverpool.


4.Hanya ada 7 tim yang terus menerus bisa bertahan di liga kasta teratas ini sejak 1992, atau 20 musim, tak pernah terdegradasi ke kasta berikutnya, yakni empat tim elit MU, Arsenal, Chelsea, Liverpool, plus Aston Villa, Tottenham Hotspur, dan Everton. Manchester City yang juara musim lalu saja hanya bermain 15 kali di liga ini. Sementara Aston Villa musim lalu nyaris terdegradasi ke kasta berikutnya.


5.Dari 7 tim yang selalu berada di Premier League itu, siapakah raja draw? Aston Villa!Mereka mencatat 240 draw sejak 1992, tertinggi dibandingkan tim mana pun. Sebagai perbandingan MU hanya 163 kali draw dalam 20 musim, Arsenal 204. Pesaing terdekat raja draw adalah Everton dengan 218 kali, menyusul Hotspur dan Arsenal dengan 204 kali.


6.Dari 7 serangkai itu siapakah tim yang kebobolan paling banyak? Apakah tim terbawah dari tujuh serangkai itu, yakni Everton? Bukan. Tim terbanyak kebobolan secara jumlah adalah Tottenham Hotspur dengan 1020 gol, padahal Spurs hanya 1072 kali menjebol gawang lawan. Perbandingan gol memasukkan dan kemasukan 6 tim elit lainnya adalah sbb: MU 1541-660, Arsenal 1345-717, Chelsea 1282-741, Liverpool 1236-753, Aston Villa 973-923, Spurs 1072-1020, dan Everton 974-979.


7.Di antara 7 tim itu, selisih gol terbaik dimiliki oleh MU, tentu saja, dengan +881. Selisih gol terjelek adalah Everton dengan -5, disusul Spurs +52 dan Aston Villa +50.


Jadi tidaklah salah kalau kamu menjadi fans MU sebab merekalah klub paling sukses dalam 20 tahun terakhir . Menjadi fans 3 tim elit lainnya: Arsenal, Chelsea, dan Liverpool juga masih bisa diterima. Bahkan juga menjadi penggemar Aston Villa, Spurs, dan Everton sebab mereka mampu bertahan selama 20 musim, sepanjang umur Premier League itu sendiri.


http://gilabola.com/liga-inggris-1-tim-mana-saja-yang-paling-pintar/
More about7 Fakta Menarik Tentang Liga Inggris ( EPL )

10 Tim Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa

Diposting oleh Unknown on Selasa, 10 Juli 2012


10.Juventus Era Lippi (1994-2003)

Marcello Lippi mengambil alih posisi manajer Juventus pada awal musim 1994-95. Ia lantas mengantarkan Juventus memenangi Seri-A untuk pertama kalinya sejak pertengahan 1980-an di musim 1994-95. Pemain bintang yang ia asuh saat itu adalah Ciro Ferrara, Roberto Baggio, Gianluca Vialli dan pemain muda berbakat bernama Alessandro Del Piero. Lippi memimpin Juventus untuk memenangi Liga Champions Eropa pada musim itu juga, dengan mengalahkan Ajax Amsterdam melalui adu penalti, setelah skor imbang 1-1 pada babak normal, dimana Fabrizio Ravanelli menyumbangkan satu gol untuk Juve.
Sesaat setelah bangkit kembali, para pemain Juventus yang biasa-biasa saja saat itu secara mengagumkan bisa mengembangkan diri mereka menjadi pemain-pemain bintang. Mereka adalah Zinedine Zidane, Filippo Inzaghi dan Edgar Davids. Juve kembali memenangi Seri-A musim 1996–97 dan 1997–98, termasuk juga Piala Super Eropa 1996dan Piala Interkontinental 1996. Juventus juga mencapai final Liga Champions di musim 1997 dan 1998, tetapi mereka kalah oleh Borussia Dortmund (Jerman) dan Real Madrid (Spanyol). 
Setelah dua musim absen karena dikontrak oleh Inter Milan (dan gagal), Marcello Lippi kembali ke Juventus di awal 2001. Pria penyuka cerutu ini lantas membawa beberapa pemain biasa, yang kembali ia berhasil sulap menjadi pemain hebat, di antaranya Gianluigi Buffon, David Trézéguet, Pavel Nedvěd dan Lilian Thuram, dimana para pemain tersebut membantu Juve kembali memenangi dua gelar Seri-A di musim 2001-02 dan 2002-03. Juve juga berhasil maju kembali ke final Liga Champions, sayangnya mereka kalah oleh sesama tim Italia lain, AC Milan. Tahun berikutnya, Lippi diangkat menjadi manajer timnas Italia setelah bersaing ketat dengan Fabio Capello, dan mengakhiri eranya sebagai pelatih terbaik Juventus di era 1990-an dan awal 2000-an

9.Benfica era Eusebio (1960-1970)


Benfica adalah tim pertama untuk memecahkan dominasi  Real Madrid di awal Piala Champions Eropa . Setelah memenangkan dua Piala Champion berturut-turut melawan FC Barcelona (1961) dan Real Madrid (1962). Itu adalah kali terakhir Benfica memenangkan kompetisi internasional. 
Selama dekade ini, Benfica  mencapai final Piala Champions Eropa tiga kali, tetapi mereka gagal meraihnya, setelah kalah melawan Milan (1963), Internazionale (1965), dan Manchester United (1968). 
Pada tahun 1968, Benfica dianggap sebagai tim terbaik Eropa oleh Perancis Sepakbola , meskipun kekalahannya di Piala Champions. Banyak keberhasilan di tahun 1960-an dicapai berkat bintang mereka Eusebio. Bahkan, tahun 1960-an adalah periode terbaik sejarah Benfica, di mana klub memenangkan delapan  Kejuaraan (1960, '61, '63, '64, '65, '67, '68, dan '69), tiga Portugal Piala (1961, '64, dan '69), dan dua Piala Champions Eropa (1961 dan '62).

8.Juventus Era Trappatoni (1981-1993)

Era tangan dingin Trapattoni benar-benar membuat Seri-A porak poranda di 1980-an. Juve sangat perkasa di era tersebut, dengan gelar Seri-A empat kali di era tersebut. Setelah 6 pemainnya ikut andil dalam timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982 dengan Paolo Rossi sebagai salah satu pemain Juve kemudian terpilih menjadi Pemain Terbaik Eropa pada 1982, sesaat setelah berlangsungnya Piala Dunia di tahun tersebut ditambah dengan kedatangan bintang Prancis Michel Platini, Juventus kembali difavoritkan di musim 1982-83. Namun Juventus yang juga disibukkan dengan jadwal kejuaraan Eropa memulai kompetisi dengan lambat. Hal itu ditunjukkan dengan menelan kekalahan dari Sampdoria di pertandingan pembuka musim serta menang dengan tidak meyakinkan atas Fiorentina dan Torino. Sementara di Eropa, mereka berhasil menyingkirkan Hvidovre (Denmark) dan Standard Liege (Belgia) di penyisihan. Akan tetapi, Juventus kembali ke trek juara di musim dingin bersamaan keberhasilan mereka menembus perempat final Liga Champions. Selanjutnya, kemenangan atas Roma melalui 2 gol dari Platini dan Brio membuat jarak keduanya berselisih 3 poin dengan Roma di posisi puncak. Namun, karena konsentrasi Juve terpecah antara Serie A dan Liga Champions akhirnya tidak berhasil mengejar AS Roma yang menjadi juara. Juventus seharusnya bisa menumpahkan kekecewaannya di Liga saat mereka bertemu Hamburg di final Liga Champions tapi hal itu tidak terjadi. Berada di posisi kedua di kompetisi domestic dan Eropa, Juventus akhirnya berhasil merebut gelar penghibur saat menjuarai Piala Italia dan Piala Interkontinental.
Musim panas 1983, Juve kehilangan dua pilar inti mereka. Dino Zoff gantung sepatu di usia 41 tahun sedangkan Bettega beralih ke Kanada untuk mengakhiri karirnya di sana. Juve lantas merekrut kiper baru dari Avellino: Stefano Tacconi dan Beniamino Vinola dari klub yang sama. Sementara Nico Penzo menjadi pendampong Rossi di lini depan. Juve pada saat itu berkonsentrasi penuh di dua kompetisi, Liga dan Piala Winner. Hasilnya, melalui penampilan yang konsisten sepanjang musim, Juve merengkuh gelar liga satu minggu sebelum kompetisi usai. Dan gelar ini ditambah gelar lainnya di Piala Winner saat mereka mengalahkan Porto 2-1 di Basel pada 16 Mei 1984. Dua gelar ini sangat bersejarah dan merupakan prestasi bagi kapten klub Scirea dan kawan-kawan.
Setelah era keemasan Rossi usai, Michel Platini kemudian secara mengejutkan berhasil menjadi pemain terbaik Eropa tiga kali berturut-turut; 1983, 1984 dan 1985, dimana sampai saat ini belum ada pemain yang bisa menyamai dirinya. Juventus menjadi satu-satunya klub yang mampu mengantarkan pemainnya menjadi pemain terbaik Eropa sebanyak empat tahun berurutan.Platini juga menjadi bintang saat Juve berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa pada 1985 dengan sumbangan satu gol semata wayangnya. Tragisnya, final melawan Liverpool FC dari Inggris tersebut yang berlangsung di Stadion Heysel Belgia, harus dibayar mahal dengan kematian 39 tifoso Juventus akibat terlibat kerusuhan dengan para hooligans dari Liverpool. Sebagai hukuman, tim-tim Inggris dilarang mengikuti semua kejuaraan Eropa selama lima tahun.Juventus kemudian merebut scudetto terakhir mereka di era 1980-an pada musim 1985-86, yang juga menjadi tahun terakhir Trappatoni di Juventus. Memasuki akhir 1980-an, Juve gagal menunjukkan performa terbaiknya, mereka harus mengakui keunggulan Napoli dengan bintang Diego Maradona, dan kebangkitan dua tim kota Milan, AC Milan dan Inter Milan.Pada 1990, Juve pindah kandang ke Stadio delle Alpi, yang dibangun untuk persiapan Piala Dunia 1990.
  

7.Inter Milan Era Hererra (1960-1968)



Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, dibawah asuhan Pelatih Helenio Herrera, Inter memenangkan tiga trofi di tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Di tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.

  
6.liverpool era Bob Paisley (1974-1983)



Kejayaan Liverpool bersama Bill Shankly dilanjutkan Bob Paisley yang pada saat itu berusia 55 tahun. Dia menjabat sebagai manajer Liverpool FC dari tahun 1974 sampai 1983 dan hanya pada awal tahun Bob Paisley tidak dapat memberikan gelar untuk Liverpool FC. Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat sebagai manajer Liverpool FC, beliau memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champion, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut. Dengan semua gelar itu tidak salah bila Bob Paisley menjadi manajer tersukses yang pernah menangani klub Inggris. Tidak hanya sukses memberikan gelar untuk Liverpool FC, tetapi Bob Paisley juga sukses dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool FC dengan tampilnya para bintang muda seperti: Graeme Souness, Alan Hansen, Kenny Dalglish dan Ian Rush. Walaupun Bob Paisley akan mewariskan sebuah skuat muda yang sangat hebat dan berbakat, tetapi dengan semua torehan gelar itu akan menjadi sangat berat buat siapapun penerusnya.
Sebagai penerus Bob Paisley yang pensiun di tahun 1983, Joe Fagan yang pada saat itu berusia 62 tahun, berhasil mempersembahkan treble buat Liverpool yaitu juara Liga, juara Piala Liga dan juara Piala Champion. Raihan ini menjadikan Liverpool FC sebagai klub sepakbola Inggris yang berhasil meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi. Sayangnya, catatan keemasan itu sedikit ternoda oleh insiden di stadion Heysel. Insiden yang terjadi sebelum pertandingan final Piala Champion antara Liverpool FC dan Juventus ini menewaskan 39 orang, sebagian besar adalah pendukung Juventus. Insiden ini mengakibatkan pelarangan bagi semua klub sepakbola Inggris untuk berkompetisi di Eropa selama 5 tahun. Dan Liverpool FC dilarang mengikuti semua kompetisi Eropa selama 10 tahun yang akhirnya dikurangi menjadi 6 tahun. Selain itu, 14 Liverpudlian didakwa bersalah atas peristiwa yang dikenal dengan Tragedi Heysel. Setelah peristiwa mengerikan itu, Joe Fagan memutuskan untuk pensiun dan memberikan tongkat manajerial selanjutnya kepada Kenny Dalglish yang ditunjuk sebagai player-manager. Joe Fagan menyerahkan tugas manajerial Liverpool FC kepada Kenny Dalglish yang pada saat itu sudah menjadi pemain hebat tetapi masih harus membuktikan kapabilitas sebagai seorang manajer.
Pada masa kepemimpinan Kenny Dalglish, Liverpool FC dibawa menjadi juara Liga Inggris sebanyak 3 kali dan juara Piala FA sebanyak 2 kali, termasuk gelar ganda juara Liga Inggris dan juara Piala FA pada musim kompetisi 1985/86. Bila tidak terkena sangsi dari UEFA, bisa dipastikan Liverpool FC menjadi penantang serius untuk merebut Piala Champion pada saat itu. Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny Dalglish kembali dibayangi kejadian mengerikan lainnya yaitu Tragedi Hillsborough. Pada pertandingan semi-final Piala FA melawan Nottingham Forrest tanggal 15 April 1989, ratusan penonton dari luar stadion memaksa masuk ke dalam stadion yang mengakibatkan Liverpudlian yang berada di tribun terjepit pagar pembatas stadion. Hal ini mengakibatkan 94 Liverpudlian meninggal di tempat kejadian, 1 Liverpudlian meninggal 4 hari kemudian di rumah sakit dan 1 Liverpudlian lainnya meninggal dunia setelah koma selama 4 tahun. Akibat Tragedi Hillsborough ini pemerintah Inggris melakukan penelitian kembali mengenai faktor keamanan stadion sepakbola di negaranya. Dikenal dengan sebutan Taylor Report, menyebutkan bahwa penyebab dari Tragedi Hillsborough ini adalah faktor penonton yang melebihi kapasitas stadion karena kurangnya antisipasi dari pihak keamanan. Akhirnya pemerintah Inggris mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan setiap klub divisi I Inggris untuk meniadakan tribun berdiri. Setelah menjadi saksi hidup dari tragedi mengerikan Heysel dan Hillsborough, 'King' Kenny Dalglish tidak pernah bisa lepas dari trauma yang menghinggapi dirinya. Akhirnya pada tanggal 22 Februari 1990 beliau mengumumkan pengunduran dirinya sebagai manajer Liverpool FC. Pengumuman yang sangat mengejutkan dunia sepakbola pada saat itu, karena Liverpool FC sedang bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris. Alasan yang disebutkan oleh Kenny Dalglish pada saat itu adalah tidak bisa lagi menghadapi tekanan dalam menahkodai Liverpool FC. Selama beberapa minggu Liverpool FC ditangani oleh pelatih tim utama Ronnie Moran sebelum akhirnya Liverpool FC menunjuk Graeme Souness sebagai manajer berikutnya. 'King' Kenny Dalglish kemudian dikenang sebagai legenda terhebat Liverpool FC karena sangat sukses baik sebagai pemain maupun manajer.



5.Muenchen Era Franz Beckenbauer (1970-1977)



Udo Lattek mengambil alih pada tahun 1970. Setelah memenangkan piala di musim pertamanya, Lattek pimpin Bayern menjadi juara ketiga Jerman. Pertandingan penentu dalam musim 1971-72 melawan Schalke 04 adalah pertandingan pertama di baru Stadion Olimpiade , dan juga pertandingan disiarkan live pertama dalam sejarah Bundesliga. Bayern mengalahkan Schalke 5-1 dan dengan demikian merebut gelar, juga pengaturan beberapa catatan, termasuk poin diperoleh dan gol. Bayern juga memenangi dua kejuaraan berikutnya, tetapi puncaknya adalah kemenangan mereka di final Piala Eropa melawan Atletico Madrid , Bayern menang 4-0 yang setelah replay. Selama tahun-tahun berikutnya tim tidak berhasil dalam negeri, tetapi mempertahankan gelar Eropa mereka dengan mengalahkan Leeds United di akhir ketika Roth dan kemenangan Müller dijamin dengan tujuan akhir. Setahun kemudian di Glasgow , AS Saint-Étienne yang dikalahkan oleh  Roth dan Bayern menjadi klub ketiga untuk memenangkan trofi dalam tiga tahun berturut-turut. Trofi akhir dimenangkan oleh Bayern di era ini adalah Piala Intercontinental , di mana mereka mengalahkan klub Brasil Cruzeiro

4.Ajax Era Johan Cruyff (1965-1973)



Ajax  salah satu klub paling sukses di dunia, menurut IFFHS .Ajax adalah klub paling sukses ketujuh Eropa abad ke-20 Klub ini salah satu dari lima tim yang telah mendapatkan hak untuk menjaga Piala Eropa dan mengenakan lencana beberapa pemenang, mereka menang berturut-turut di 1971-1973. Pada tahun 1972, mereka menyelesaikan treble Eropa dengan memenangkan Belanda Eredivisie , Piala KNVB , dan Piala Eropa, untuk tanggal, mereka adalah satu-satunya tim untuk menjaga Piala Eropa dan mencapai treble Eropa.Mereka juga salah satu dari tiga tim untuk memenangkan treble dan Piala Intercontinental pada tahun musim / kalender yang sama;Hal ini dicapai pada musim 1971-72. Ajax, Juventus dan Bayern Munich adalah tiga klub untuk telah memenangkan semua tiga besar UEFA kompetisi klub.
Bersama Cruyff mereka klub di segani Dieranya ,Selain sederet piala,Mereka juga memainkan sepakbola Menyerang yg disebut Total Football.

3.Real Madrid Di Stefano (1953-1954)



Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.
Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L'Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini. Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960. Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA.Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa. Tim ini kemudian dikenal lewat julukan "Ye-ye". Nama "Ye-ye" berasal dari "Yeah, yeah, yeah" chorus dalam lagu The Beatles berjudul "She Loves You" setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi "Ye-ye" juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.
Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol. Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea. Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung. Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.

2.Milan Era Sacchi (1987-1991)

Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada 1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli. 
Dibawah kepelatihan Sacchi, Milan bermain berbeda dengan tim-tim Italia lain, dengan mengambil gaya bermain Brazil saat memenangkan Piala Dunia 1970, dan Ajax di era total football Rinus Michels. Dengan meninggalkan pola man-marking, menggantinya dengan permainan yang intensif, menyerang, dan pressing ketat, dia merevolusi wajah sepakbola Italia.
Barisan deffence Milan saat diisi oleh kuartet Italian best, di komandoi oleh Franco Baresi dan menampilkan sosok Paolo Maldini muda, dan trio Belanda: van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard yang menyokong penyerangan. Tim ini memenangkan Club World Cup dua kali, dan di Mei 1990, Milan mengalahkan Benfica untuk menjaga throphy tetap bermukim di San Siro, dan menjadi tim terakhir hingga saat ini yang dapat memenangkan Piala Champions 2 kali berturut-turut. 

1.Barcelona Era Pep Guardiola (2008-2012)

Disebut - sebut sebagai Tim Terbaik sepanjang sejarah,bukan hanya karena memenangkan 6 gelar dalam setahun ataupun 2 Liga Champion,3 Laliga ,1 Copa Delrey,3 Super Copa Spanyol,1 Piala Dunia Antar Klub,Tetapi karena filosofi bermain yg selalu menyerang, Penguasaan Bola hingga 85%,Mayoritas pemain dari tim Yunior (Lamasia),Messi,Xavi dan Iniesta adalah peraih 3 besar pemain terbaik versi FIFA (FIFA Ballon D'Or).
Era keemasan Barcelona dimulai sejak kehadiran Frank Rijkaard dengan membeli pemain macam Ronaldinho,Eto'o,Daniel Alves,hingga Thiery Henry.
hingga th 2008 mengangkat Pep dari Pelatih Junior.
Hingga Kin Pep Guardiola mempersembahkan 10 Piala Bergengsi bagi Cules dalam 3 th kepelatihannya.


More about10 Tim Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa

Inilah Khasiat Plester Kinesio di tubuh Mario Balotelli

Diposting oleh Unknown on Kamis, 05 Juli 2012

Pada Piala Eropa 2012, penyerang Italia Mario Balotelli membuka bajunya ketika merayakan gol keduanya ketika melawan Jerman pada babak semifinal. Saat itu, terlihat tiga buah plester berwarna biru menempel di bagian belakang tubuhnya. Lalu, apakah benda yang sering dipakai para atlet olahraga itu?


Benda bernama plester Kinesio itu dibuat oleh Dr. Kenzo Kase. Menurutnya, plester buatannya membantu menahan rasa sakit yang dialami. Sebenarnya, penggunaan plester ini sudah ada sejak tahun 1970-an.

Walaupun penggunaan perban biasa mendukung kesembuhan otot dan sendi, tetapi hal itu membatasi pergerakan dan menghambat proses penyembuhan karena menekan aliran cairan di bawah kulit. Sedangkan plester Kinesio sangat berbeda karena ia tidak menekan kulit sehingga aliran getah bening lancar dan karena itu rasa sakit jadi berkurang.

Namun demikian, Dr. Kase mengakui bahwa masih sedikit penelitian yang membuktikan hal itu. Dr. Kase mengatakan banyak orang telah menggunakan plester ini lebih dari 30 tahun lalu. Namun, ia menyadari bahwa hanya penelitian ilmiah yang dapat membungkam kritik dari orang lain terhadap plester itu.

John Brewer, profesor olahraga di Universitas Bedfordshire, mengatakan, “Secara personal saya mengatakan bahwa penggunaan plester itu hanya sugesti. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa plester tersebut mencegah cedera atau memperbaiki performa.”

Dr. Newton, fisioterapis di Lilleshall, salah satu pusat olahraga nasional UK, juga ragu. “Saya tidak melihat bagaimana plester itu dapat menyembuhkan cedera. Namun, pengaruh dari efek sugesti sangatlah hebat, dan jangan pernah diremehkan,” ujarnya.

Ia memprediksi pada Olimpiade nanti akan banyak atlet yang menggunakan plester itu. “Ini akan menjadi ajang pamer plester berwarna-warni.”

Dr. Kase juga berharap hal yang sama. Ia berkata, “Di Olimpiade adalah atlet-atlet hebat. Mereka sangat sensitif, dan karena itu selalu khawatir. Plester saya akan memberikan kenyamanan kepada mereka. Ini bukan obat doping.” 



http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15301269
More aboutInilah Khasiat Plester Kinesio di tubuh Mario Balotelli

10 Momen Tak Terlupakan di Piala Eropa 2012

Diposting oleh Unknown on Rabu, 04 Juli 2012



Piala Eropa 2012 yang dihelat di Polandia dan Ukraina telah berakhir, meninggalkan banyak momen dan cerita buat dikisahkan dan dikenang.

Dilansir dari berbagai sumber, inilah 10 momen menarik sepanjang pagelaran Piala Eropa 2012, yang mungkin takkan terlupakan: 
Laga pembuka: Polandia versus Yunani


Setelah kedua tim adu jual beli serangan, sebuah peluang emas di dapat Dimitris Salpingidis. Pemain Yunani tersebut telah berhadapan satu lawan satu dengan Wojciech Szczesny. Tetapi dengan sigap kiper Arsenal tersebut memotong laju Salpingidis yang hendak melewatinya. Sayang, usaha Szczesny justru mengenai kaki Salpingidis. 

Wasit Carlos Velasco Carballo kemudian tanpa ampun langsung mengganjarnya dengan kartu merah dan memberikan penalti untuk Yunani. Szczesny lalu keluar, kiper pengganti, Przemyslaw Tyton masuk. Dan apa yang terjadi kemudian? Tyton berhasil memblok tendangan penalti kapten Yunani, Giorgios Karagounis. Sejak itu Szczesny barangkali mulai mengerti arti sebuah ironi.
Shevchenko, Pesona Veteran


Usianya telah 35 tahun. Sebagian pengamat bola menilainya sudah layak pensiun. Tetapi Andriy Mykolayovych Shevchenko sepertinya paham bahwa usia hanya soal angka. 

Dua golnya ke gawang Swedia dalam laga perdana grup D Piala Eropa 2012 seakan menjadi bukti bahwa ia masih mengerti cara mempermalukan kiper lawan. Dan Andreas Isaksson menjadi korban gol terakhir Sheva di turnamen internasional.
Petir di Donbass Arena


Bagaimana rasanya jika ada petir menggelegar ketika bermain sepakbola? Tanyakan kepada pemain Prancis dan Ukraina. Dalam laga pamungkas grup D Piala Eropa 2012 tersebut sebuah petir menggeledek di menit 55. 

Saat itu cuaca memang tengah tak bersahabat di Donbass Arena, Donetsk. Tetapi pertandingan mesti tetap dilaksanakan sampai akhirnya sebuah petir tergaris di langit membuat kedua tim mesti lari tunggang langgang. Pertandingan dihentikan hampir selama satu jam, kemudian dilanjutkan lagi.
Provokasi Suporter Rusia


Kemunculan Spanduk raksasa "This Is Russia" di National Stadium saat pertandingan antara Rusia melawan Polandia, menjadi salah satu bukti cacat penyelenggaraan Piala Eropa 2012. 

Spanduk ini sengaja dibentangkan oleh para suporter Sbornaya sebagai sebuah bentuk propaganda politik terhadapa suporter Polandia, dim ana pada saat Perang Dingin, Rusia pernah menginvasi Polandia. Pasca pertandingan, kedua suporter bertarung diluar stadion. Hasilnya: 24 orang luka-luka dan 184 orang ditangkap.
Belanda 'Singa Ompong'


Seperti biasa, Belanda datang ke Piala Eropa sebagai salah satu unggulan. Dengan deretan pemain berkualitas yang merata di tiap lini yang tak berbeda seperti kala mereka menuju final Piala Dunia 2010, Belanda menempati status sebagai calon juara.

Tetapi prediksi adalah omong kosong yang tertunda. Berada dalam grup neraka (B) bersama Denmark, Portugal, dan rival abadi mereka, Jerman, Belanda mesti pulang dengan menerima tiga kekalahan dari tiga tim tersebut. Belanda pun pulang kampung. Pelatih Bert van Marwijk mengundurkan diri pasca turnamen.


Ashley dan Petaka Inggris


Inggris kembali bertemu kutukan mereka dalam babak adu penalti. Kali ini mereka menemuinya dalam babak perempatfinal melawan Italia. 

Dan ketika penalti Ashley Young menerapa mistar gawang, lalu eksekusi Ashley Cole ditangkap Buffon, seluruh dunia tahu bahwa Inggris mesti punya psikiater khusus adu penalti. 

Satu poin menarik dari babak adu penalti Inggris dan Italia tersebut: Ashley Young dan Ashley Cole bukanlah saudara kembar.
Sensasi Pirlo


Andrea Pirlo memperlakukan bola dalam babak adu penalti Italia versus Inggris seperti Ted Kaczynski yang tengah mempermainkan FBI dengan sebuah bom rakitan miliknya: tenang, dingin, dan eksplosif. Dan kiper Joe Hart paham betul rasanya seperti apa. 

Ketika Pirlo memilih untuk mencungkil bola tepat kearah tengah dengan pelan dan anggun--yang mengingatkan kita kepada Antonin Panenka--, Hart justru loncat ke sisi kiri. Pelajaran moral untuk Hart: jangan mengumbar senyum terlalu lebar saat adu penalti.
Fenomena Tiki Taka


Jelang bertemu Spanyol di babak final Piala Eropa 2012, beberapa media di Italia kompak mengatakan bahwa Spanyol adalah tim yang membosankan. Mereka berpendapat bahwa dominasi Spanyol dalam tiap pertandingan justru mematikan esensi sepakbola itu sendiri. 

Spanyol lantas mendekonstruksi semua pendapat tersebut. Di balik gaya Tiki-Taka yang mereka mainkan, terselip sebuah formula jitu yang membuat mereka menjadi tim terbaik yang pernah ada sepanjang sejarah sepakbola: bermain dengan "false 9" alias tanpa striker murni. 

Hasilnya? Italia mereka pecundangi 4-0 di final. Tetapi ada benarnya juga pendapat yang mengatakan Spanyol membosankan. Tiap mereka bertanding, (kemenangan) mereka selalu mudah ditebak.
Super Mario Balotelli


Dalam Piala Eropa 2012 Mario Balotelli memberi kita tiga pelajaran penting. Pertama, jangan biarkan orang berbuat rasis kepadamu. Kedua, bungkam semua para tukang kritik permainanmu di sebuah turnamen dengan mencetak dua gol ke gawang salah satu tim terfavorit. Ketiga, jangan pernah sekalipun melupakan orangtua ketika kamu telah berhasil meraih sesuatu yang berharga. 

Ya, meski Italia gagal menjadi juara dan Balo menangis sesenggukan di lapangan usai pertandingan final melawan Spanyol, Silvia Balotelli, ibu angkatnya, memberikan Balo "piala" lain yang jauh lebih sakral daripada trofi Henri Delaunay itu: rasa bangga.
Suporter Irlandia yang Membanggakan


Bagaimana suporter Irlandia terus bernyanyi "Fields of Athenry" tanpa henti untuk tim nasionalnya yang tengah dipermak Spanyol 4-0 dalam laga kedua grup C Piala Eropa 2012, membuat sepakbola seperti bukan cuma soal adu mentereng data statistik, melainkan sebuah sikap lapang dada yang luwes dan ajeg, bahwa meski kalah dengan telak sekalipun, mereka telah melawan sekuat-kuatnya, dengan cara yang sehormat-hormatnya.



http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15284363
More about10 Momen Tak Terlupakan di Piala Eropa 2012

Mengapa Torres yang Mendapat Sepatu Emas EURO?

Diposting oleh Unknown on Selasa, 03 Juli 2012

'



KIEV – Striker Timnas Spanyol, Fernando Torres dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak Euro 2012 setelah di laga final melawan Italia dia mencetak satu gol yang membuat koleksi golnya menjadi tiga selama turnamen berlangsung.

Terdapat enam nama pemain yang memiliki jumlah gol sama dengan Torres di Euro 2012, bomber Jerman, Mario Gomez bahkan memiliki catatan sama dengan Torres, tiga gol dan satu assist, namun kesuksesan Torres membawa Spanyol juara menjadi nilai plus tersendiri untuk membuat dia dianugerahi Sepatu Emas.

Urutan kedua daftar pencetak gol menjadi milik Gomez, di peringkat ketiga terdapat nama striker Rusia, Alan Dzagoev setelah bermain dengan menit paling sedikit di antara tiga pemain lainnya.

Spanyol sendiri berhasil menjadi juara Euro 2012 setelah membantai Timnas Italia dengan skor 4-0. Gol La Furia Roja dicetak David Silva pada menit ke-14, Jordi Alba pada menit ke-41 Fernando Torres pada menit ke-84 dan Juan Mata pada menit ke-88.

Berikut urutan daftar pencetak gol terbanyak Euro 2012:

No. Pemain Negara Gol Menit Bermain

1. Fernando Torres Spanyol 3 Gol 189 menit
2. Mario Gomez Jerman 3 Gol 282 menit
3. Alan Dzagoev Rusia 3 Gol 253 menit
4. Mario Mandzukic Kroasia 3 Gol 270 menit
5. Mario Balotelli Italia 3 Gol 421 menit
6. Cristiano Ronaldo Portugal 3 Gol 480 menit







http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15238310
More aboutMengapa Torres yang Mendapat Sepatu Emas EURO?